Arkib untuk Februari 18, 2011

1. Gejala Mengidam
Hampir semua wanita dari berbagai bangsa dan budaya yang berbeza
mengalami keinginan mengidam ini. Sukar untuk mengatakan apa
sebenarnya gejala mengidam. Kerana terlalu banyak keinginan-keinginan
daripada setiap wanita yang hamil. Ada yang mengidam makanan benda
yang masam-masam seperti mangga muda, limau dan sebagainya. Ada juga
yang mengidam rojak, coklat, kepala ikan dan sebagainya.

Ada juga gejala mengidam, yang melampau batas normal seperti ingin
menghidu minyak kereta, menjilat bau rokok, meminum minyak angin dan
lain-lain perkara yang dianggap pelik. Gejala-gejala mengidam ini
telah ada semenjak zaman dahulu dan terjadi pada setiap golongan
masyarakat.

Mengidam itu juga sangat erat kaitannya dengan perubahan hormon di
dalam tubuh wanita. Pada peringkat awal mengandung, ari-ari banyak
menghasilkan hormon yang dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Perkara
ini dapat menimbulkan berbagai reaksi dalam diri wanita tersebut.
Mungkin akan menjadi kurang seimbang, sehingga boleh bertengkar hanya
disebabkan perkara-perkara kecil.

Perubahan-perubahan hormon itu juga mengubah selera wanita yang hamil.
Mungkin sahaja ia tiba-tiba menginginkan makanan yang jarang atau
tidak menyukainya sama sekali. Jika wanita yang sedang hamil itu ingin
makan sesuatu yang menurutnya enak, maka itu bukanlah mengidam
namanya. Tetapi jika ia benar-benar menginginkan sesuatu yang tidak
lazim ia makan dan kadangkala tidak kita punyai, bahkan keinginannya
itu hampir-hampir tidak dapat dibendung, maka ia boleh dikatakan mengidam.

Kadangkala seorang wanita tidak suka dengan mangga muda, tiba-tiba ia
terbangun di tengah malam, kerana ia benar-benar ingin memakan buah
tersebut di waktu itu juga. Banyak lagi kejadian-kejadian yang pelik
yang dilakukan oleh wanita yang sedang hamil ini kerana mereka
mengidam sesuatu. Namun begitu gejala mengidam ini adalah biasa,
perkara ini biasanya dapat difahami oleh orang lain.


2. Mengidam perubahan hormom dalam tubuh
Setiap wanita mengandung akan mengalami perubahan hormon, tetapi dalam
perkara mengidam terdapat perbezaan antara masing-masing individu. Ada
yang tidak dapat menahan keinginan yang pelik-pelik, tetapi ramai juga
yang tidak berperangai seperti orang mengidam, kerana mereka lebih
dapat menahan dirinya. Mereka disiplin terhadap diri sendiri dan
mengatur keinginan ke arah yang positif.

Masa mengidam itu mungkin menjadi kenangan yang sukar dilupakan
nantinya. Asalkan yang diinginkan itu bukanlah makanan yang membawa
mudarat, seperti kapur, tanah, daging babi dan sebagainya. Jika
mengidam dengan benda-benda yang asam mungkin masih boleh dikatakan
tubuh memerlukan vitamin yang terkandung dalam asam tersebut.

Jika yang diidamkan itu sering kepada makanan yang kurang baik pada
kesihatan kerana banyak mengandung lemak serta tidak mengandungi bahan
pembangunan badan, maka sudah tentu akan mempengaruhi pertumbuhan
janin. Pada zaman sekarang ini boleh dikatakan hampir setiap wanita
mengetahui bahawa bayi dalam kandungan memerlukan bahan makanan yang
baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Namun masih ada yang
mengidam sesuatu yang kurang baik untuk kesihatannya. Kadangkala apa
yang baik yang diidamkan itu tidak difikirkan dahulu manfaatnya, baik
untuk dirinya sendiri mahupun untuk bayi yang ada dalam kandungannya.


3. Pengaruh Mengidam
Pada zaman dahulu ada pendapat yang mengatakan bahawa bila keinginan
seorang wanita hamil tidak terpenuhi akan berakibatkan buruk pada
bayi. Mengidam dianggap merupakan isyarat kepada bayi yang meyatakan
keinginannnya dengan berbagai macam selera. Oleh sebab itu seorang
suami yang penuh perhatiannya akan berusaha memenuhi keinginan
isterinya, walaupun ia harus bersusah payah untuk mencarinya waktu
tengah malam dan sebagainya.

Mengidam sebenarnya tiada hubungannya dengan bayi mahupun
kesihatannya. Walaupun begitu para suami zaman sekarangpun berusaha
untuk memenuhi keinginan isteri yang mengidam itu. Ia masih
beranggapan bahawa keingianan tersebut adalah keinginan bayi yang ada
dalam kandungan isterinya.

Mengidam itu paling kuat dirasakan antara minggu ke lapan dan keenam
belas dari masa kehamilan, iaitu ketika rasa mual mula agak
berkurangan. Setelah minggu keenam belas, biasanya mengidam ini agak
berkurangan, kerana tubuh telah dapat menyesuaikan diri dengan
perubahan hormon. Tetapi dapat juga terjadi, sepanjang hamil masih
terus mempunyai keinginan untuk makan makanan tertentu. Ini disebabkan
dalam jangka masa pertama mengidam itu erat kaitannya dengan perubahan
hormon dalam tubuh. Kemudian pada jangka masa seterusnya, boleh
dikatakan ini lebih bersifat kecanduan.

Perubahan hormon di awal kehamilan menyebabkan berubahnya selera.
Itulah sebabnya terhadap makanan tertentu, hanya mencium baunya sahaja
sudah membuat wanita hamil menjadi mual. Misalnya bau nasi yang baru
masak, bau orang menumis, bau asap rokok dan sebagainya. Ramai juga
wanita yang sedang hamil muda tidak mempunyai selera sama sekali untuk
makan. Ada pula yang selama tiga bulan pertama kehamilannya terus
merasa mual, sehingga tidak menyukai beberapa jenis makanan tertentu.

Mengidam itu merupakan dorongan dari dalam. Selama yang diingini oleh
wanita yang hamil tidak mengganggu keselamatan bayi mahupun dirinya
sendiri, hal itu tidak ada salahnya. Tetapi pada umumnya segala apa
yang diinginkan hanya membuat tekanan darah menjadi naik, pencernaan
terganggu, membuat badan menjadi gemuk. Malah kadangkala menghilangkan
nafsu makan sehingga tidak mahu lagi makanan yang menyihatkan. Oleh
itu keinginan atau mengidam makanan yang tidak menentu itu hendaklah
dilawan sahaja.

Seorang ibu yang hamil ketika datang keinginan terhadap sesuatu atau
mengidam ini, hendaklah menemui teman-teman yang ada disekelilingnya,
untuk mendapatkan pandangan tentang keinginannya tersebut. Dengan
demikian sahabat terdekat atau keluarga dapat menyarankan dan
mengalihkan sesuatu yang tidak baik yang diingini itu kepaa sesuatu
yang lebih bermanfaat. Kerana mengidam sebenarnya adalah sesuatu
perasaan yang ada dalam hati kecil, ataupun sesuatu keinginan yang
tersembunyi, kalau diceritakan kepada orang lain, mungkin akan
berkurangan.

Bagi yang mengidam selama kehamilan, maka hari terakhir sebelum
melahirkan merupakan hari yang terakhir mengidam. Pada waktu
kelahiran, susunan hormon juga berubah lagi, kerana keluarnya ari-ari
bersama bayi. Akibat perubahan ini selera makanpun akan berubah juga.
Apa yang disukai ketika hamil mungkin sekarang tidak disukai lagi.
Kalau pada kelahiran pertama boleh dikatakan setiap hari memakan
makanan yang asam dan pedas-pedas, maka ini tidak bererti kebiasaan
itu akan kembali semula pada kehamilan yang berikutnya. Walaupun
kemungkinan itu ada, kerana sekarang lebih dapat menahan diri, maka
keinginan untuk makan yang aneh-aneh itu akan mudah untuk ditahan.



Dikutip dari TheSun, Kamis (13/1/2011), berikut ini mitos dan fakta ttg jenis kelamin bayi dalam kandungan.

1. Berat badan ayah
Mitos:
Jika berat badan suami bertambah selama kehamilan maka anaknya perempuan, sebaliknya jika berkurang atau sama saja maka anaknya laki-laki.

Fakta: Sebuah penelitian di Denmark membuktikan sebagian besar pria memang tidak mengalami kenaikan berat badan saat istrinya mengandung anak laki-laki. Tidak diketahui penyebabnya, yang jelas hanya 5 di antara 100 pria yang menjadi lebih gemuk saat istrinya mengandung anak laki-laki.

2. Pilihan rasa saat ngidam
Mitos: Wanita yang menandung anak perempuan lebih sering ngidam makanan yang manis-manis termasuk cokelat, sementara jika mengandung anak laki-laki maka lebih sering ngidam makanan asin.

Fakta: Tidak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini, kebanyakan teori lebih mengaitkan pilihan makanan saat ngidam dengan kebutuhan nutrisi. Misalnya saat tubuh butuh lebih banyak garam, maka calon ibu akan ngidam makanan asin.

3. Bentuk wajah calon ibu
Mitos: Jika bentuk wajah menjadi lebih bulat maka kemungkinan besar anaknya perempuan.

Fakta: Hampir semua wanita mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan sehingga wajahnya menjadi lebih bulat, tidak peduli anaknya laki-laki atau perempuan.

Penelitian di Prancis membuktikan jerawat justru lebih berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Dalam penelitian tersebut, 90 persen ibu hamil yang jerawat di wajahnya tambah banyak cenderung melahirkan anak perempuan.

4. Denyut jantung
Mitos:
Wanita yang mengandung bayi laki-laki memiliki denyut jantung rata-rata di bawah 140/menit, sementara jika mengandung bayi perempuan denyut jantungnya di atas 140/menit.

Fakta: Penelitian membuktikan bayi perempuan memang cenderung memiliki denyut jantung lebih tinggi, namun perbedaan itu hanya bisa diukur setelah bayi lahir.

5. Perbedaan ukuran payudara
Mitos:
Jika payudara kanan lebih besar maka bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki, jika payudara kiri yang lebih besar maka bayinya perempuan.

Fakta: Perubahan hormonal dan produksi air susu membuat ukuran payudara membesar selama kehamilan. Namun tidak ada bukti bahwa perbedaan ukuran payudara kiri dan kanan berhubungan dengan jenis kelamin bayi.

6. Morning sickness
Mitos:
Jika morning sicknes yang dialami ibu hamil sangat parah, kemungkinan besar anaknya perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami morning sickness atau tidak terlalu berat, kemungkinan bayinya laki-laki.

Fakta: Perbedaan hormon yang dihasilkan janin perempuan dan laki-laki diduga memicu perbedaan pada derajat morning sickness yang dirasakan. Penelitian di Swedia antara tahun 1987-1995 membuktikan bahwa mitos tersebut benar.

7. Suhu di telapak kaki
Mitos:
Jika kaki ibu hamil sering terasa dingin seperti es, kemungkinan besar anaknya laki-laki.

Fakta: Peneliti dari Jerman, Dr Alexander Nachnamen membenarkan mitos tersebut. Wanita yang mengandung bayi laki-laki lebih sering mengalami gangguan peredaran darah sehingga telapak kakinya terasa dingin saat diraba.

8. Insting calon ibu
Mitos:
Tebakan calon ibu tentang jenis kelamin bayi biasanya lebih akurat dibandingkan suami atau kerabat yang lain.

Fakta: Tebakan paling jitu tentu saja diperoleh berdasarkan hasil ultrasonografi (USG). Namun jika mengandalkan insting, 71 persen tebakan seorang calon ibu tentang jenis kelamin bayi yang dikandungnya selalu benar.

ASSALAMUALAIKUM…:)

 

1. Berat badan ayah
Mitos:
Jika berat badan suami bertambah selama kehamilan maka anaknya perempuan, sebaliknya jika berkurang atau sama saja maka anaknya laki-laki.

Fakta: Sebuah penelitian di Denmark membuktikan sebagian besar pria memang tidak mengalami kenaikan berat badan saat istrinya mengandung anak laki-laki. Tidak diketahui penyebabnya, yang jelas hanya 5 di antara 100 pria yang menjadi lebih gemuk saat istrinya mengandung anak laki-laki.

2. Pilihan rasa saat ngidam
Mitos: Wanita yang menandung anak perempuan lebih sering ngidam makanan yang manis-manis termasuk cokelat, sementara jika mengandung anak laki-laki maka lebih sering ngidam makanan asin.

Fakta: Tidak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini, kebanyakan teori lebih mengaitkan pilihan makanan saat ngidam dengan kebutuhan nutrisi. Misalnya saat tubuh butuh lebih banyak garam, maka calon ibu akan ngidam makanan asin.

3. Bentuk wajah calon ibu
Mitos: Jika bentuk wajah menjadi lebih bulat maka kemungkinan besar anaknya perempuan.

Fakta: Hampir semua wanita mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan sehingga wajahnya menjadi lebih bulat, tidak peduli anaknya laki-laki atau perempuan.

Penelitian di Prancis membuktikan jerawat justru lebih berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Dalam penelitian tersebut, 90 persen ibu hamil yang jerawat di wajahnya tambah banyak cenderung melahirkan anak perempuan.

4. Denyut jantung
Mitos:
Wanita yang mengandung bayi laki-laki memiliki denyut jantung rata-rata di bawah 140/menit, sementara jika mengandung bayi perempuan denyut jantungnya di atas 140/menit.

Fakta: Penelitian membuktikan bayi perempuan memang cenderung memiliki denyut jantung lebih tinggi, namun perbedaan itu hanya bisa diukur setelah bayi lahir.

5. Perbedaan ukuran payudara
Mitos:
Jika payudara kanan lebih besar maka bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki, jika payudara kiri yang lebih besar maka bayinya perempuan.

Fakta: Perubahan hormonal dan produksi air susu membuat ukuran payudara membesar selama kehamilan. Namun tidak ada bukti bahwa perbedaan ukuran payudara kiri dan kanan berhubungan dengan jenis kelamin bayi.

6. Morning sickness
Mitos:
Jika morning sicknes yang dialami ibu hamil sangat parah, kemungkinan besar anaknya perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami morning sickness atau tidak terlalu berat, kemungkinan bayinya laki-laki.

Fakta: Perbedaan hormon yang dihasilkan janin perempuan dan laki-laki diduga memicu perbedaan pada derajat morning sickness yang dirasakan. Penelitian di Swedia antara tahun 1987-1995 membuktikan bahwa mitos tersebut benar.

7. Suhu di telapak kaki
Mitos:
Jika kaki ibu hamil sering terasa dingin seperti es, kemungkinan besar anaknya laki-laki.

Fakta: Peneliti dari Jerman, Dr Alexander Nachnamen membenarkan mitos tersebut. Wanita yang mengandung bayi laki-laki lebih sering mengalami gangguan peredaran darah sehingga telapak kakinya terasa dingin saat diraba.

8. Insting calon ibu
Mitos:
Tebakan calon ibu tentang jenis kelamin bayi biasanya lebih akurat dibandingkan suami atau kerabat yang lain.

Fakta: Tebakan paling jitu tentu saja diperoleh berdasarkan hasil ultrasonografi (USG). Namun jika mengandalkan insting, 71 persen tebakan seorang calon ibu tentang jenis kelamin bayi yang dikandungnya selalu benar.

Baby Mama Sudah Minggu ke-23

Posted: Februari 18, 2011 in kehamilanku
Minggu 23 : Umurku 21 minggu sekarang. Panjangku 28 cm dan beratku 455 gram. Aku akan sering membangunkan Ibu di kala malam dengan gerakanku. Tinggal 17 minggu lagi!

Janin :

Panjang janin dari kepala sampai tumit saat ini sekitar 28 cm dengan berat sekitar 455 gram. Janin Ibu semakin gemuk dan beratnya akan terus bertambah lagi. Dengan panca inderanya yang semakin terbentuk sempurna, janin Ibu dapat merasakan gerakan dan suara dari luar. Mulailah membacakan buku dan berbicara dengan janin Ibu, perdengarkanlah musik dan berikanlah perkenalan pada dunia.

Aliran darah di paru janin mulai berkembang untuk mempersiapkan fungsi pernapasan. Paru janin akan mulai memproduksi surfaktan, zat yang membantu pengembangan paru saat lahir. Selain perkembangan pada organ paru, pankreas pada janin juga berkembang. Pankreas akan berfungsi menghasilkan hormon yang berkaitan dengan produksi insulin. Insulin diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme glukosa. Bayi yang lahir dari Ibu dengan diabetes memiliki kadar insulin tinggi di dalam darahnya. Karena itulah Ibu hamil sebaiknya memeriksakan kadar gula darah selama kehamilan.

Ibu :

Rahim Ibu sekarang berukuran sekitar 3,75 cm di atas pusar dengan bentuk perut yang bulat membesar. Penambahan berat badan Ibu berkisar 5,5 – 6,8 kg. Plasenta dan jumlah cairan ketuban akan semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Karena ruang yang semakin luas bagi janin di dalam sana, maka janin akan sering bergerak, menendang, dan mencengkram sehingga Ibu dapat melihat perut Ibu bergerak-gerak.

Ibu mungkin melihat terjadinya pembengkakan pada betis dan kaki dalam beberapa minggu ke depan. Perubahan sirkulasi di tubuh akan menyebabkan terjadinya retensi (tertahannya) air yang berakibat pembengkakan atau edema.  Berbaring sesisi tubuh, regangkan kaki setelah lama duduk, naikkan kaki ke posisi lebih tinggi ketika beristirahat, dan hindari duduk atau berdiri terlalu lama bermanfaat untuk mengurangi edema. Cobalah untuk berolahraga teratur guna memperbaiki sirkulasi, pakai stoking dan kenakan sepatu yang nyaman. Ibu juga tetap harus minum dalam jumlah banyak untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan.

Dokter Ibu dapat melakukan palpasi (pemeriksaan menggunakan tangan) ke perut Ibu untuk menentukan posisi janin. Dokter juga akan mengukur panjang fundus (bagian atas) rahim Ibu. Pemeriksaan ini memberikan informasi mengenai pertumbuhan janin di dalam sana.

Rahim Ibu secara teratur berkontraksi dan berelaksasi. Kontraksi dan relaksasi ini juga dialami oleh wanita yang tidak hamil namun pada umumnya kontraksi tersebut tidak dirasakan. Pada kehamilan, kontraksi ini dinamakan kontraksi Braxton Hicks yang terasa seperti mengerasnya perut bagian bawah dan tidak menimbulkan keluhan nyeri. Beberapa wanita merasakan kontraksi tersebut ketika sedang lelah atau sehabis olahraga. Terkadang kontraksi dirasakan setelah berhubungan intim dan sedang dehidrasi (kekurangan cairan). Kontraksi ini berlangsung selama 25 – 60 detik. Hubungi dokter Ibu apabila kontraksi terjadi 4 kali dalam waktu 1 jam atau kontraksi disertai rasa nyeri, meningkat intensitasnya, dan disertai dengan keluarnya cairan dari vagina.

Tips : Hati-hati Diabetes pada Kehamilan

Wanita yang menderita diabetes selama kehamilan disebut dengan diabetes gestasional. Diabetes adalah kondisi yang ditandai dengan kekurangan insulin dalam aliran darah. Insulin berguna untuk metabolisme gula dalam darah. Gejala diabetes yang perlu Ibu waspadai adalah sering buang air kecil (>5x di kala istirahat malam/tidur), sering lapar, sering haus, pandangan kabur, gatal-gatal, keputihan, kehilangan berat badan. Pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam setelah makan pada akhir trimester kedua diperlukan untuk memantau terjadinya diabetes gestasional (terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes).

 

DOA SEMASA HAMIL

Posted: Februari 18, 2011 in Info Tentang Kehamilan

اللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَاْمَ فِي بَطْنِي

وَاشْفِهِ أَنْتَ شَاْفٍ لاَ شِفَاء إلاَّ شِفَاْؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَاْدِرُ سَقَمًا

اللَّهُمَّ اخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِي يَوْمَ وِلاْدَتِهِ سَهْلاً و تَسلِيْمًا

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَاْمِلاً حَاْذِقًا عَاْقِلاً عَاْلِمًا زَكِياًّ مُؤْمِنًا صَاْلِحًا

اللَّهُمَّ احْسِنْ خُلُقَهُ وَافْصَحْ لِسَاْنَهُ وَاحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَآءَةِ

الْقُرْآنَ وَالْحَدِيْثَ بِبَرَكَةٍ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمْ

Maksudnya:

Ya Allah, Peliharalah anakku selama dia berada dalam kandunganku,

Dan sembuhkanlah ia, Engkaulah Maha Penyembuh, tiada penawar melainkan penawar Engkau, penawar yang tidak lagi mengundang sebarang penyakit,

Ya Allah, keluarkanlah dia dari kandunganku pada hari kelahirannya secara mudah dan selamat,

Ya Allah, jadikanlah bayiku sihat, sempurna, pintar, berakal, berpengetahuan, cerdik, beriman serta soleh.

Ya Allah, perelokkanlah akhlaknya, fasihkanlah lidahnya, merdukanlah suaranya untuk membaca al-Quran dan

al-Hadith dengan berkat Muhammad S.A.W